TOKOH SOSIOLOGI CHARLESS WRIGHT MILLS
▪ Biografi Charless Wright Mills
Charles Wright Mills lahir di sebuah daerah di Waco, Texas pada tanggal 28 Agustus 1916. Ia berasal dari latar belakang kelas menengah konvensional, dimana ayahnya adalah seorang pialang asuransi, dan ibunya merupakan seorang ibu rumah tangga. Keluarganya yang hidup nomaden di Texas sementara Mills tumbuh dewasa dengan kehidupan yang relatif terisolasi tanpa hubungan yang intim atau berkelanjutan.
Mills memulai karir Pendidikan universitasnya di Texas
A&M University tetapi hanya satu tahun. Kemudian, ia melanjutkannya di
University of Texas di Austin dimana ia menyelesaikan gelar sarjana dalam
sosiologi dan gelar master dalam filsafat pada tahun 1939. Selanjutnya Mills meraih gelar Ph.D. dalam
sosiologi dari University of Wisconsin-Madison pada tahun 1942, dimana
disertasinya berfokus pada pragmatisme dan sosiologi pengetahuan.
Mills adalah tokoh yang kontroversial dan tidak terlalu disukai
di kalangan akademisi. Karirnya ditandai dengan keterasingan, gesekan, dan
hubungan tidak harmonis dengan akademisi lainnya.
Mills memulai karir profesionalnya sebagai Associate
Professor of Sociology di University of Maryland, College Park pada tahun 1941,
dan melayani disana selama empat tahun. Selama waktu ini ia mulai mempraktekkan
sosiologi publik dengan menulis artikel-artikel jurnalistik untuk outlet
termasuk Republik Baru, Pemimpin Baru, dan Politik. Salah satu jurnalnya yang
terkemuka di lapangan ialah American Sociological Review. Ada pula salah satu
jurnalnya saat ia masih seorang siswa yaitu American Journal of Sociology.
Setelah empat tahun jabatannya kemudian Mills pindah ke
Columbia University. Mengikuti jabatannya di Maryland, Mills mengambil posisi
sebagai peneliti di Biro Penelitian Sosial Terapan Columbia University.
Tahun berikutnya ia menjadi asisten profesor di departemen
sosiologi universitas, lalu pada tahun 1956 telah dipromosikan ke pangkat
professor. Selama tahun akademik 1956-1957, Mills mendapat kehormatan sebagai
dosen Fulbright di Universitas Kopenhagen.
Di Columbia, ia terkenal sebagai kritikus sosial dan juga
seorang penulis yang baik. Ia menuliskan gagasannya dengan bahasa yang lugas
dan mudah dipahami. Mills menikah sebanyak empat kali, hingga tiga wanita dan
memiliki masing-masing satu keturunan dengan masing-masing. Di luar
pernikahannya yang tidak cukup baik, Mills dilaporkan memiliki banyak urusan
dan dikenal karena bertempur dengan rekan-rekannya. Dan di samping itu semua,
Mills menderita kondisi jantung yang berkepanjangan dalam kehidupan dewasanya
dan selamat dari tiga serangan jantung sebelum akhirnya diumurnya yang ke-45
tahun ia mengalami serangan jantung keempat saat ia tidur dan wafat di
Columbia, 20 Maret 1962.
▪
Pemikiran-pemikiran Charles Wright Mills
Fokus utama kerja Mills adalah ketidaksetaraan sosial,
kekuatan elit dan control mereka terhadap masyarakat, kelas menengah menyusut,
hubungan antara individu dan masyarakat, dan pentingnya perspektif sejarah
sebagai bagian penting dari pemikiran sosiologis.
Karya paling berpengaruh dan terkenal yang dibangun Mills
adalah mengenai Imajinasi Sosiologi. Imajinasi Sosiologi merupakan kemampuan untuk
memahami Sejarah dan Biografi serta hubungan-hubungan di antaranya dengan
masyarakat. Seseorang harus mendekati dunia jika seseorang ingin melihat dan
memahami sebagai seorang sosiolog. Mills menekankan pentingnya melihat hubungan
antar Individu dan kehidupan sehari-hari dan kekuatan sosial yang lebih besar yang
membentuk dan tentu saja melalui masyarakat, daan pentingnya memahami kehidupan
kontemporer kita dan struktur sosial dalam konteks historis. Teori tersebut
ditulis dalam karya Mills dengan maksud untuk membedakan antara Personal Trouble
dan Public Issue.
Pemikirannya ini dituangkan dalam salah satu karya tulisnya
The Sociological Imagination (1959). Di dalamnya Mills menentang teoritis
dominan pada masa itu Talcott Parson. Dan kebetulan kolegannya di Columbia ikut
berseteru dengan masyarakat Amerika dan menentang dengan berbagai cara
menggunakan kesempatan itu untuk menyerang sensor yang diberlakukan Uni Soviet
dengan bersulang untuk pemimpin awal Soviet yang disingkirkan dan dibunuh oleh
Stalin. Fungsional struktural mulai diserang dan serangan memuncak pada tahun
1960an dan 1970an. Serangan-serangan ini disebut gerilya dan pada tahun 1969an
dominasi fungsionalisme struktural menjadi goyah. Kemudian fungsional
struktural dengan posisi masyarakat Amerika dalam tatanan dunia. Fungsionalisme
struktural posisi dominan Amerika di dunia dengan dua cara: Pertama, pandangan
struktural fungsional bahwa “setiap pola mengandung konsekuensi yang memberikan
kontribusi pada bertahan dan tetap hidupnya sistem yang lebih luas. Kedua, penekanan struktural fungsional
terhadap ekuilibrium (perubahan sosial terbaik adalah tidak ada perubahan)
sangat cocok bagi Amerika adalah imperium terkaya dan terkuat di dunia.
Mills bukan seorang Marxis dan ia juga menerbitkan karyanya
dan karyanya tidak dipengaruhi oleh teori Marxian. Ia berupaya menjaga tradisi
Marxian agar tetap hidup dalam teori sosiologi. Para sosiologi Marxian telah
menelanjangi kecanggihan teoritis Mills.
Radikalisme Mills menempatkannya pada pinggiran dalam
peraturan sosiologi Amerika. Ia menjadi kritikus utama sosiologi. Pada bukunya
The Sociological and Social Structure (Gerth and Mills, 1953) adalah puncak
sikap kritis Mills.
Charless Wright Mills juga menuangkan pikirannya dalam
karyanya yang merefleksikan politik radikal sekaligus kelemahan dalam kelemahan
teori Marxian, yaitu: White Coral (1951) kritik pedas pada status pekerjaan
yang tengah tumbuh saat itu pekerja kerah putih sebab pekerja itu menderita
penyakit, yakni tidak bisa mengatur kehidupannya hal ini terjadi karena
masyarakat sudah terlalu luas, sehingga melalui kekuatan struktur dan
proses-proses historis mereka pun meninggalkan control individu.
Dalam hal teori sosial kontemporer dan analisis kritis, The
Power Elite (1956), adalah kontribusi yang sangat penting yang dibuat oleh
Mills. Seperti ahli teori kritis lainnya pada waktu itu, Mills prihatin dengan
munculnya tekno-rasionalitas dan birokratisasi yang semakin ketat setelah
Perang Dunia II.
Teori Elit Sosial
Membahas kondisi masyarakat Amerika yang dikenal sebagai negara adidaya, yang
tidak terlepas dari pengaruh dominasi kelompok elite terdiri atas orang-orang
yang posisinya dominan baik itu di dalam bidang politik, ekonomi, ataupun
militer serta yang terlibat dalam pengusaha, penguasa, dan petinggi militer.
Dalam bukunya The Power Elite (1956) berisikan laporan yang meyakinkan tentang
bagaimana militer, industri/ Perusahaan, dan elit pemerintah diciptakan dan
bagaimana mereka mempertahankan struktur kekuasaan yang saling terkait erat
yang mengendalikan masyarakat untuk kepentingan mereka, dan dengan mengorbankan
mayoritas.
▪
Gagasan-gagasan yang
Dibangun Charles
Wright Mills
> Kecemasan dalam
masyarakat modern
Dengan menggabungkan pendekatan konflik dengan kritik keras
terhadap tatanan sosial Amerika. Menurutnya, dengan menggunakan basis
pengetahuan yang ada, akan dimungkinkan untuk merancang masyarakat yang baik
dan beretika. Orang yang berpengetahuan harus dapat mengisi celah ini.
"Mereka yang mempertahankan kekuasaan sering melihatnya
secara tersembunyi, mereka terus-menerus berpindah dari otoritas ke
memanipulasi sistem sosial yang menyembunyikan kekuatan mereka, dan tidak ada
yang melihat sumber otoritas mereka dan memahami perhitungan mereka, karena
dunia birokrasi," kata Mills. adalah objek yang dimanipulasi.
> Elit kekuatan yang
mengkhawatirkan
Mills menggambarkan kekuatan elit dalam bentuk piramida
kekuasaan. Bagian atas ditempati oleh elite penguasa, elite yang menguasai tiga
sektor: kekayaan kekuasaan, investor negara, dan pejabat kekuasaan militer.
Kemudian lapisan kedua adalah pemimpin opini lokal, departemen legislatif
pemerintah dan berbagai kelompok kepentingan. Kemudian lapisan ketiga adalah
mereka yang tidak berdaya dan tidak terorganisir secara ekonomi dan politik.
Ada dua faktor yang menciptakan kekuatan elit:
Alat kekuasaan dan kekerasan yang kini telah hilang dari masa
lalu.
Sifat saling ketergantungan elit yang dikendalikan oleh elit
di atas.
Elit juga dapat dikatakan memiliki rasa persatuan yang
kohesif, terdiri dari tiga unsur:
.Kesamaan Psikologis
.keuntungan bersama
.interaksi sosial
> Kematian ilmu
sosial
Sangat kritis terhadap keadaan masyarakat modern, Mills
mengecam sesama ilmuwan seolah-olah mereka diberi tahu tentang tanggung jawab
sosial mereka.
> Kebutuhan akan
imajinasi sosiologis
Mills menunjukkan bahwa imajinasi sosiologis perlu melihat
dan menganalisis perubahan dalam masyarakat dan mampu melihat realitas mendalam
kehidupan kita dalam konteks struktur sosial umum untuk memahami sejarah dan
biografi hubungan mereka dengan masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar