Kamis, 22 Desember 2022

PENGANTAR SOSIOLOGI FEMINISME

 

FEMINISME LIBERAL

 

Feminisme adalah sebuah gerakan perempuan yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan keadilan hak dengan pria. Feminisme tidak seperti pandangan atau pemahaman lainnya. Feminisme adalah gerakan yang menuntut persamaan hak sepenuhnya antarakaum perempuan dan laki-laki.

 

Feminisme Liberal

Feminisme liberal adalah varian pertama dari teori feminisme besar yang mengambil asumsi-asumsi dasar teori liberalism berdasarkan pandangan politik liberalism. Yang mengacu pada pengertian libelarisme itu sendiri yaitu sebuah pandangan filsafat politik dan moral yang didasarkan pada kebebasan, persetujuan dari yang diperintah dan persamaan di hadapan hukum. Feminisme Liberal ialah terdapat pandangan untuk menempatkan perempuan yang memiliki kebebasan secara penuh dan individual.  Alison Jaggar dalam bukunya Feminist Politics and Human Nature, mengemukakan bahwa dalam pemikiran kaum liberal, sifat asariah manusia yang unik adalah kemampuan rasionalitasnya.

 

Feminisme Liberal meiliki pandangan mengenai negara sebagai penguasa yang tidak memihak antara kepentingan kelompok yang bebrbeda yang berasal dari teori pluralism negara. Menurutnya negara adalah cerminan dari kelompok kepentingan yang memang memiliki kendali atas negara tersebut. Untuk kebanyakan kaum Liberal Feminis, perempuan cenderung berada “di dalam” negara hanya sebatas warga negara bukannya sebagai pembuat kebijakan. Sehingga dalam hal iini ada ketidaksetaraan perempuan dalam politik atau bernegara.

 


 

Feminisme Liberal pada abad ke-18 : Pendidikan yang sama untuk perempuan

Mary Wollestinecraft berpendapat bahwa perempuan seharusnya memiliki akses yang sama seperti laki-laki pada kesempatan ekonomi dan pendidikan. Kaum feminis liberal kontemporer ingin membuat perempuan lebih terkenal dalam politik dunia, menghilangkan akses yang berbeda pada kekuatan dan pengaruh atas laki-laki dan perempuan, maka dengan demikian untuk mencapai hak yang sama bagi  laki-laki atau perempuan.

 

Feminisme Liberal pada abad ke-19 : Kesempatan hak sipil dan ekonomi bagi perempuan dan laki-laki 

J.S Mill  dan Harriet Tailor Mill bergabung dengan Wollestinecraft yang menekankan pentingnya rasionalitas untuk perempuan. Mereka lebih menekankan agar persamaan perempuan dan laki-laki terwujud. Mereka menekankan pentingnya pendidikan, kemitraan dan persamaan.

 

Tindakan Feminisme Liberal abad ke-20

Gerakan pada abad ini adalah gerakan yang berupaya untuk memperjuangkan hak-hak sipil kaum perempuan. Menurut Betty Frieden, perempuan kelas menengah  yang menjadi ibu rumah tangga merasa hampa dan muram, sehingga mereka menghabbiskan wakrunya untuk berbelanja, mempercantik diri, bagimana memuaskan nafsu suami dan sebagainya. Jalan keluar yang ditawarkan Frieden adalah Kembali ke sekolah dan berkontribusi  dalam ekonomi keluarga dengan tetap berfungsi sebagai ibu rumah tangga dengan masih tetap mencintai suami dan anak. Frieden meyakini bahwa karier dan rumah tangga bisa berjalan seiring.

 

Contoh-Contoh Feminisme Liberal

·       Mendapatkan potensi karir yang setara

·       Mendpatkan kesempatan Pendidikan formal yang setinggi-tingginya

·       Mendapatkan ruang berpolitik

Dapat disimpulkan bahwa feminisme liberal mengacu pada teori liberalisme yang dimana menekankan bahwa perempuan harus bisa ikut menikmmati kebebasan individu, yaitu mereka harus hidup dengan cara yang mereka inginkan karena memang secara kodrat laki-laki dan perempuan diciptakan setara. Tetapi pada dasarnya, perempuan memang sudah memiliki value sendiri yang tidak mengharuskan dirinya untuk menonjolkan apa yang memang tidak harus dia lakukan.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Meluruskan Mie Instan: Mengungkap Fakta di Balik Nama Djajadi Djaja dan Mie Gaga

  Jakarta, 18 Juni 2025 - Pada Agustus 2023, jagat maya sempat digemparkan dengan klaim yang mengaitkan Bapak Djajadi Djaja, Presiden Komis...