Selamat datang di "bersama mencari pengetahuan" saya Nurul Izah Mahasiswi Universitas Gunadarma Fakultas Ilmu Komunikasi
Kamis, 22 Desember 2022
Budaya dan Kebudayaan
Pengantar sosiologi Interaksi Sosial
INTERAKSI SOSIAL
- Individu X Individu
- Individu X Kelompok
- Kelompok X Kelompok
- Pelakunya lebih dari satu orang
- Adanya komunikasi antar pelaku melalui kontak sosial
- Mempunyai maksud dan tujuan
- Adanya dimensi waktu
- Sugesti merupakan pemberian pengaruh pandangan seseorang kepada orang lain.
- Imitasi ialah tindakan atau usaha untuk meniru tindakan orang lain sebagai tokoh modelnya.
- Identifikasi adalah kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain.
- Simpati merupakan proses seseorang yang merasa tertarik pada orang lain.
- Empati ialah kemampuan mengambil atau memainkan peranan secara efektif dan seseorang atau orang lain dalam kondisi sebenear-benarnya seolah-olah ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang itu.
- Motivasi adalah dorongan, rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seseorang kepada individu yang lain.
- Asosiatif (Kerjasama, Akomodasi, Akulturasi, Asimilasi)
- Disosiatif (Persaingan, Kontravensi, Konflik)
SOSIOLOGI KOMUNIKASI
Struktur Masyarakat, Proses dan Interaksi Sosial, Proses komunikasi
A. Ada empat kelompok sosial yang dibagi berdasarkan struktur masing-masing kelompok....
·
Kelompok Formal Sekunder = Kelompok sosial yang
umumnya bersifat sekunder, bersifat formal, memiliki aturan dan struktur yang
tegas
1. Adanya kesadaran anggota bahwa ia adalah bagian dari kelompok yang
bersangkutan
2. Setiap anggoto memiliki hubungan timbal balik dengan anggota lainnya
dan bersedia melakukan hubungan hubungan fungsioal diantara mereka
3. Setiap anggota kelompok menyadari memiliki faktor-faktor kebersamaan
diantara mereka
4. Kelompok sosial ini memiliki struktur yang jelas dan tegas termasuk
juga prosedur suksesi dan kaderisasi
5. Memiliki aturan formal yang mengikat setiap anggota kelompok
6. Anggota dalam kelompok formal sekunder memiliki pola dan pedoman
prilaku sebagai diatur oleh kelompok
7. Kelompok sosial ini memiliki ini memiliki sistem kerja berpola
8. Kelompok sosial formal sekunder memiliki kekuatan mempertahankan diri
9. Kelompok Sosial Sekunder memiliki masa (Umur)
·
Kelompok Formal Primer = kelompok sosial ayng
umumnya bersifat formal namun keberadaanya bersifat primer
·
Kelompok Informal-Sekunder = Kelompok Sosial
yang umumnya informal namun keberadaanya bersifat sekunder. Kelompok ini
bersifat tidak mengikat, tidak memiliki aturan dan strukutr yang tegas.
·
Kelompok Informal -Primer = Kelompok sosial yang
terjadi akibat meleburnya sifat-sifat kelompok sosial formal primer atau
disebabkan karena pembentukan sifat-sifat diluar kelompok formalprimer yang
tidak dapat ditampung oleh kelompok formal-primer.
Selain empat tipe kelompok sosial diatas, tipe lain dari kelompok sosial dapat pula didasarkan atas :
a. Jumlah ( besar kecilnya jumlah anggota)
b. Wilayah (desa, kota negara)
c. Kepentingan (tetap atau permanen,atau sementara)
d. Derajat Interaksi (erat dan kurang eratnya hubungan)
e. Kombinasi dari ukuran yang ada
Lembaga Sosial memungkinkan setiap struktur dan fungsi serta
harapan-harapan setiap anggota dalam masyarakat dapat berjalan dan memenuhi
harapan sebagaimana yang disepakati bersama. Kebudayaan diartikan sebagai
" halhal yang bersangkutan dengan budi atau akal”. Culture diartikan
sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah alam.
Proses dan Interaksi Sosial :
a. Dalam bentuk proses sosialisasi yang berlangsung antara pribadi orang
per orang.
b. Antara orang per orang dengan kelompok orang
c. Antara Kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat lainnya
d. Antara orang per orang, kelompok dan masyarakat lainnya
1. Proses Asosiastif Sebuah proses yang terjalin saling pengertian
dan kerjasama timbal balik antara orang per orang atau kelompok dengan lainnya.
a. Kerja sama (cooperation)
: usaha bersama anatar individu atau kelompok untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama.
b. Accomodation proses sosial dengan dua makna,
1) proses sosial yang menunjukkan pada suatu keadaan yang seimbang
(equilibrium) dalam interaksi sosial,
2)menuju pada suatu proses yang
sedang berlangsung untuk meredakan suatu pertentangan yang terjadi di
masyarakat.
2. Proses Disosiatif Proses perlawanan (oposisi) yang dilakukan
individu-individu dan kelompok dalam proses sosial di antara mereka pada suatu
masyarakat. Oposisi diartikan sebagai cara berjuang melawan seseorang atau
kelompok tertentu atau norma dan nilai yang dianggap tidak mendukung perubahan
untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan.
a. Competition (Persaingan) adalah proses sosial dimana individu
atau kelompok bersaing untuk mencari keuntungan pada bidangbidang kehidupan,
b. Controvertion, proses sosial antara persaingan dan pertentangan
atau pertikaian adalah proses sosial dimana terjadi pertentangan pada tataran
konsep dan wacana.
c. Conflict, proses sosial dimana individu ataupun kelompok
menyadari bahwa mereka memiliki perbedaan-perbedaan.
Perspektif Sosiologi
pengantar sosiologi
Pengantar Sosiologi
Lalu apa itu masyarakat? Masyarakat
adalah sekelompok individu yang saling berhubungan, memiliki kepentingan
bersama, dan memiliki kebudayaan. Sosiologi merupakan cabang ilmu sosial yang
mempelajari masyarakat dan dampaknya terhadap kehidupan manusia.
Jadi sosiologi adalah pengetahuan atau ilmu tentang sifat masyarakat, perilaku masyarakat dan perkembangan masyarakat. Sebagai cabang ilmu, sosiologi pertama kali diciptakan oleh Ilmuwan Perancis Auguste Comte, yang dikenal sebagai bapak sosiologi.
Sebagai objek dari sosiologi, masyarakat mencakup beberapa unsur berikut :
- Masyarakat merupakan manusia yang hidup bersama.
- Bercampur untuk waktu yang
cukup lama.
- Mereka sadar bahwa mereka
satu kesatuan
- Mereka merupakan suatu
system yang hidup bersama.
- Bersifat empiris, ilmu
pengetahuan itu didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat
serta hasilnya tidak bersifat spekulatif.
- Bersifat Teoritis, ilmu
pengetahuam tersebut selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi
dan menyusunnya menjadi sebuah teori.
- Bersifat komulatif, teori
sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada dalam arti diperbaiki,
memperluas dan memperhalus teori yang lama.
- Bersifat non etis, yang mempersoalkan fakta tertentu untuk tujuan menjelaskan fakta tersebut secara analitis.
PENGANTAR SOSIOLOGI FEMINISME
FEMINISME LIBERAL
Feminisme
adalah sebuah gerakan perempuan yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan
keadilan hak dengan pria. Feminisme tidak seperti pandangan atau pemahaman
lainnya. Feminisme adalah gerakan yang menuntut persamaan hak sepenuhnya
antarakaum perempuan dan laki-laki.
Feminisme
Liberal
Feminisme
liberal adalah varian pertama dari teori feminisme besar yang mengambil
asumsi-asumsi dasar teori liberalism berdasarkan pandangan politik liberalism.
Yang mengacu pada pengertian libelarisme itu sendiri yaitu sebuah pandangan
filsafat politik dan moral yang didasarkan pada kebebasan, persetujuan dari
yang diperintah dan persamaan di hadapan hukum. Feminisme Liberal ialah
terdapat pandangan untuk menempatkan perempuan yang memiliki kebebasan secara
penuh dan individual. Alison Jaggar
dalam bukunya Feminist Politics and Human Nature, mengemukakan bahwa
dalam pemikiran kaum liberal, sifat asariah manusia yang unik adalah kemampuan
rasionalitasnya.
Feminisme Liberal
meiliki pandangan mengenai negara sebagai penguasa yang tidak memihak antara
kepentingan kelompok yang bebrbeda yang berasal dari teori pluralism negara.
Menurutnya negara adalah cerminan dari kelompok kepentingan yang memang
memiliki kendali atas negara tersebut. Untuk kebanyakan kaum Liberal Feminis,
perempuan cenderung berada “di dalam” negara hanya sebatas warga negara
bukannya sebagai pembuat kebijakan. Sehingga dalam hal iini ada ketidaksetaraan
perempuan dalam politik atau bernegara.
Feminisme
Liberal pada abad ke-18 : Pendidikan yang sama untuk perempuan
Mary
Wollestinecraft berpendapat bahwa perempuan seharusnya memiliki akses yang sama
seperti laki-laki pada kesempatan ekonomi dan pendidikan. Kaum feminis liberal
kontemporer ingin membuat perempuan lebih terkenal dalam politik dunia,
menghilangkan akses yang berbeda pada kekuatan dan pengaruh atas laki-laki dan
perempuan, maka dengan demikian untuk mencapai hak yang sama bagi laki-laki atau perempuan.
Feminisme
Liberal pada abad ke-19 : Kesempatan hak sipil dan ekonomi bagi perempuan dan
laki-laki
J.S
Mill dan Harriet Tailor Mill bergabung
dengan Wollestinecraft yang menekankan pentingnya rasionalitas untuk perempuan.
Mereka lebih menekankan agar persamaan perempuan dan laki-laki terwujud. Mereka
menekankan pentingnya pendidikan, kemitraan dan persamaan.
Tindakan
Feminisme Liberal abad ke-20
Gerakan pada
abad ini adalah gerakan yang berupaya untuk memperjuangkan hak-hak sipil kaum
perempuan. Menurut Betty Frieden, perempuan kelas menengah yang menjadi ibu rumah tangga merasa hampa
dan muram, sehingga mereka menghabbiskan wakrunya untuk berbelanja,
mempercantik diri, bagimana memuaskan nafsu suami dan sebagainya. Jalan keluar
yang ditawarkan Frieden adalah Kembali ke sekolah dan berkontribusi dalam ekonomi keluarga dengan tetap berfungsi
sebagai ibu rumah tangga dengan masih tetap mencintai suami dan anak. Frieden
meyakini bahwa karier dan rumah tangga bisa berjalan seiring.
Contoh-Contoh
Feminisme Liberal
· Mendapatkan
potensi karir yang setara
· Mendpatkan
kesempatan Pendidikan formal yang setinggi-tingginya
· Mendapatkan
ruang berpolitik
Dapat
disimpulkan bahwa feminisme liberal mengacu pada teori liberalisme yang dimana
menekankan bahwa perempuan harus bisa ikut menikmmati kebebasan individu, yaitu
mereka harus hidup dengan cara yang mereka inginkan karena memang secara kodrat
laki-laki dan perempuan diciptakan setara. Tetapi pada dasarnya, perempuan
memang sudah memiliki value sendiri yang tidak mengharuskan dirinya untuk menonjolkan
apa yang memang tidak harus dia lakukan.
TOKOH-TOKOH SOSIOLOGI
TOKOH SOSIOLOGI CHARLESS WRIGHT MILLS
▪ Biografi Charless Wright Mills
Charles Wright Mills lahir di sebuah daerah di Waco, Texas pada tanggal 28 Agustus 1916. Ia berasal dari latar belakang kelas menengah konvensional, dimana ayahnya adalah seorang pialang asuransi, dan ibunya merupakan seorang ibu rumah tangga. Keluarganya yang hidup nomaden di Texas sementara Mills tumbuh dewasa dengan kehidupan yang relatif terisolasi tanpa hubungan yang intim atau berkelanjutan.
Mills memulai karir Pendidikan universitasnya di Texas
A&M University tetapi hanya satu tahun. Kemudian, ia melanjutkannya di
University of Texas di Austin dimana ia menyelesaikan gelar sarjana dalam
sosiologi dan gelar master dalam filsafat pada tahun 1939. Selanjutnya Mills meraih gelar Ph.D. dalam
sosiologi dari University of Wisconsin-Madison pada tahun 1942, dimana
disertasinya berfokus pada pragmatisme dan sosiologi pengetahuan.
Mills adalah tokoh yang kontroversial dan tidak terlalu disukai
di kalangan akademisi. Karirnya ditandai dengan keterasingan, gesekan, dan
hubungan tidak harmonis dengan akademisi lainnya.
Mills memulai karir profesionalnya sebagai Associate
Professor of Sociology di University of Maryland, College Park pada tahun 1941,
dan melayani disana selama empat tahun. Selama waktu ini ia mulai mempraktekkan
sosiologi publik dengan menulis artikel-artikel jurnalistik untuk outlet
termasuk Republik Baru, Pemimpin Baru, dan Politik. Salah satu jurnalnya yang
terkemuka di lapangan ialah American Sociological Review. Ada pula salah satu
jurnalnya saat ia masih seorang siswa yaitu American Journal of Sociology.
Setelah empat tahun jabatannya kemudian Mills pindah ke
Columbia University. Mengikuti jabatannya di Maryland, Mills mengambil posisi
sebagai peneliti di Biro Penelitian Sosial Terapan Columbia University.
Tahun berikutnya ia menjadi asisten profesor di departemen
sosiologi universitas, lalu pada tahun 1956 telah dipromosikan ke pangkat
professor. Selama tahun akademik 1956-1957, Mills mendapat kehormatan sebagai
dosen Fulbright di Universitas Kopenhagen.
Di Columbia, ia terkenal sebagai kritikus sosial dan juga
seorang penulis yang baik. Ia menuliskan gagasannya dengan bahasa yang lugas
dan mudah dipahami. Mills menikah sebanyak empat kali, hingga tiga wanita dan
memiliki masing-masing satu keturunan dengan masing-masing. Di luar
pernikahannya yang tidak cukup baik, Mills dilaporkan memiliki banyak urusan
dan dikenal karena bertempur dengan rekan-rekannya. Dan di samping itu semua,
Mills menderita kondisi jantung yang berkepanjangan dalam kehidupan dewasanya
dan selamat dari tiga serangan jantung sebelum akhirnya diumurnya yang ke-45
tahun ia mengalami serangan jantung keempat saat ia tidur dan wafat di
Columbia, 20 Maret 1962.
▪
Pemikiran-pemikiran Charles Wright Mills
Fokus utama kerja Mills adalah ketidaksetaraan sosial,
kekuatan elit dan control mereka terhadap masyarakat, kelas menengah menyusut,
hubungan antara individu dan masyarakat, dan pentingnya perspektif sejarah
sebagai bagian penting dari pemikiran sosiologis.
Karya paling berpengaruh dan terkenal yang dibangun Mills
adalah mengenai Imajinasi Sosiologi. Imajinasi Sosiologi merupakan kemampuan untuk
memahami Sejarah dan Biografi serta hubungan-hubungan di antaranya dengan
masyarakat. Seseorang harus mendekati dunia jika seseorang ingin melihat dan
memahami sebagai seorang sosiolog. Mills menekankan pentingnya melihat hubungan
antar Individu dan kehidupan sehari-hari dan kekuatan sosial yang lebih besar yang
membentuk dan tentu saja melalui masyarakat, daan pentingnya memahami kehidupan
kontemporer kita dan struktur sosial dalam konteks historis. Teori tersebut
ditulis dalam karya Mills dengan maksud untuk membedakan antara Personal Trouble
dan Public Issue.
Pemikirannya ini dituangkan dalam salah satu karya tulisnya
The Sociological Imagination (1959). Di dalamnya Mills menentang teoritis
dominan pada masa itu Talcott Parson. Dan kebetulan kolegannya di Columbia ikut
berseteru dengan masyarakat Amerika dan menentang dengan berbagai cara
menggunakan kesempatan itu untuk menyerang sensor yang diberlakukan Uni Soviet
dengan bersulang untuk pemimpin awal Soviet yang disingkirkan dan dibunuh oleh
Stalin. Fungsional struktural mulai diserang dan serangan memuncak pada tahun
1960an dan 1970an. Serangan-serangan ini disebut gerilya dan pada tahun 1969an
dominasi fungsionalisme struktural menjadi goyah. Kemudian fungsional
struktural dengan posisi masyarakat Amerika dalam tatanan dunia. Fungsionalisme
struktural posisi dominan Amerika di dunia dengan dua cara: Pertama, pandangan
struktural fungsional bahwa “setiap pola mengandung konsekuensi yang memberikan
kontribusi pada bertahan dan tetap hidupnya sistem yang lebih luas. Kedua, penekanan struktural fungsional
terhadap ekuilibrium (perubahan sosial terbaik adalah tidak ada perubahan)
sangat cocok bagi Amerika adalah imperium terkaya dan terkuat di dunia.
Mills bukan seorang Marxis dan ia juga menerbitkan karyanya
dan karyanya tidak dipengaruhi oleh teori Marxian. Ia berupaya menjaga tradisi
Marxian agar tetap hidup dalam teori sosiologi. Para sosiologi Marxian telah
menelanjangi kecanggihan teoritis Mills.
Radikalisme Mills menempatkannya pada pinggiran dalam
peraturan sosiologi Amerika. Ia menjadi kritikus utama sosiologi. Pada bukunya
The Sociological and Social Structure (Gerth and Mills, 1953) adalah puncak
sikap kritis Mills.
Charless Wright Mills juga menuangkan pikirannya dalam
karyanya yang merefleksikan politik radikal sekaligus kelemahan dalam kelemahan
teori Marxian, yaitu: White Coral (1951) kritik pedas pada status pekerjaan
yang tengah tumbuh saat itu pekerja kerah putih sebab pekerja itu menderita
penyakit, yakni tidak bisa mengatur kehidupannya hal ini terjadi karena
masyarakat sudah terlalu luas, sehingga melalui kekuatan struktur dan
proses-proses historis mereka pun meninggalkan control individu.
Dalam hal teori sosial kontemporer dan analisis kritis, The
Power Elite (1956), adalah kontribusi yang sangat penting yang dibuat oleh
Mills. Seperti ahli teori kritis lainnya pada waktu itu, Mills prihatin dengan
munculnya tekno-rasionalitas dan birokratisasi yang semakin ketat setelah
Perang Dunia II.
Teori Elit Sosial
Membahas kondisi masyarakat Amerika yang dikenal sebagai negara adidaya, yang
tidak terlepas dari pengaruh dominasi kelompok elite terdiri atas orang-orang
yang posisinya dominan baik itu di dalam bidang politik, ekonomi, ataupun
militer serta yang terlibat dalam pengusaha, penguasa, dan petinggi militer.
Dalam bukunya The Power Elite (1956) berisikan laporan yang meyakinkan tentang
bagaimana militer, industri/ Perusahaan, dan elit pemerintah diciptakan dan
bagaimana mereka mempertahankan struktur kekuasaan yang saling terkait erat
yang mengendalikan masyarakat untuk kepentingan mereka, dan dengan mengorbankan
mayoritas.
▪
Gagasan-gagasan yang
Dibangun Charles
Wright Mills
> Kecemasan dalam
masyarakat modern
Dengan menggabungkan pendekatan konflik dengan kritik keras
terhadap tatanan sosial Amerika. Menurutnya, dengan menggunakan basis
pengetahuan yang ada, akan dimungkinkan untuk merancang masyarakat yang baik
dan beretika. Orang yang berpengetahuan harus dapat mengisi celah ini.
"Mereka yang mempertahankan kekuasaan sering melihatnya
secara tersembunyi, mereka terus-menerus berpindah dari otoritas ke
memanipulasi sistem sosial yang menyembunyikan kekuatan mereka, dan tidak ada
yang melihat sumber otoritas mereka dan memahami perhitungan mereka, karena
dunia birokrasi," kata Mills. adalah objek yang dimanipulasi.
> Elit kekuatan yang
mengkhawatirkan
Mills menggambarkan kekuatan elit dalam bentuk piramida
kekuasaan. Bagian atas ditempati oleh elite penguasa, elite yang menguasai tiga
sektor: kekayaan kekuasaan, investor negara, dan pejabat kekuasaan militer.
Kemudian lapisan kedua adalah pemimpin opini lokal, departemen legislatif
pemerintah dan berbagai kelompok kepentingan. Kemudian lapisan ketiga adalah
mereka yang tidak berdaya dan tidak terorganisir secara ekonomi dan politik.
Ada dua faktor yang menciptakan kekuatan elit:
Alat kekuasaan dan kekerasan yang kini telah hilang dari masa
lalu.
Sifat saling ketergantungan elit yang dikendalikan oleh elit
di atas.
Elit juga dapat dikatakan memiliki rasa persatuan yang
kohesif, terdiri dari tiga unsur:
.Kesamaan Psikologis
.keuntungan bersama
.interaksi sosial
> Kematian ilmu
sosial
Sangat kritis terhadap keadaan masyarakat modern, Mills
mengecam sesama ilmuwan seolah-olah mereka diberi tahu tentang tanggung jawab
sosial mereka.
> Kebutuhan akan
imajinasi sosiologis
Mills menunjukkan bahwa imajinasi sosiologis perlu melihat
dan menganalisis perubahan dalam masyarakat dan mampu melihat realitas mendalam
kehidupan kita dalam konteks struktur sosial umum untuk memahami sejarah dan
biografi hubungan mereka dengan masyarakat.
Meluruskan Mie Instan: Mengungkap Fakta di Balik Nama Djajadi Djaja dan Mie Gaga
Jakarta, 18 Juni 2025 - Pada Agustus 2023, jagat maya sempat digemparkan dengan klaim yang mengaitkan Bapak Djajadi Djaja, Presiden Komis...
-
Jakarta, 18 Juni 2025 - Pada Agustus 2023, jagat maya sempat digemparkan dengan klaim yang mengaitkan Bapak Djajadi Djaja, Presiden Komis...
-
8 April 2025 | 07.45 WIB Nurul Izah, Depok - Kucing dikenal sebagai makhluk yang penuh misteri—anggun, pendiam, namun sangat peka terhada...
-
Kebudayaan dan Masyarakat Masyarakat adalah orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan. Kata kebudayaan berasal dari kata sanseke...
